Bertanya-tanya dalam hati dan logika pun terkalahkan oleh hati.
Masa lalumu begitu indah dengannya, mungkin kedatangan ku saat itu hanya sebagai tempat persinggahan.
Tapi bodohnya, aku tak bisa membedakannya.
Rasa sayang itu mengalir begitu saja tanpa aku sadari, membuat logika tak bermain.
Hingga saatnya kau menjadikan ku tempat persinggahan.
Seperti kesambar petir di siang bolong rasanya, aku tak percaya itu.
Iya, aku tak percaya kalau semua ini hanya sebatas persinggahan.
Lantas ini salah ku yang begitu dengan cepatnya mencintaimu? Rasanya memang begitu.
Dan aku pun terus menyalahi diriku sendiri, menyalahkan hati yang sudah mampu mengalahkan logika dengan begitu cepatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar