Senin, 08 Desember 2014

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Pergi

Teruntuk kamu yang sedang bimbang dalam menentukan langkah, ketahuilah, apa pun pilihanmu, perjalananmu memiliki akhir

Bertarung melawan pikiran sendiri memang melelahkan, apalagi bila selalu tertuju pada seseorang. Bagaimana tidak? Memang ada hal lain yang membuat lehermu tercekik oleh isi kepala sendiri selain karena prasangka? Yang membuatmu selalu menerka-nerka esok hari akan seperti apa sehingga banyak pikiran tidak perlu yang muncul dan membuatmu semakin lelah.


Memenuhi ego kadang terasa seperti kebutuhan. Salah satu ego terbesar adalah mencintai seseorang. Apalagi yang bisa kamu perbuat demi hatimu yang mencintai seseorang? Berjuang mendapatkannya atau hanya duduk diam menunggu keajaiban semoga ia tau perasaanmu dan membalasnya?

Sebentar, mari membahas kemungkinan terburuk di antara banyaknya kemungkinan yang ada. Bagaimana bila perjuanganmu gagal? Apakah kamu bersikukuh untuk terus lanjut atau justru memilih pergi? Permasalahan berikutnya adalah, ketika kamu memilih untuk melanjutkan, apakah dia layak untuk diperjuangkan? Apakah ada jaminan perjuanganmu tak sia-sia?


Mencintai seseorang tidaklah pernah mudah, tanpa pamrih bukan berarti tanpa perih. Kadang kamu memaksakan diri untuk berkali-kali berhenti menyerah dalam risiko sakit yang ditanggung sendiri. Cinta memang sebuah anugerah, tetapi tak jarang juga menjadi musibah bila tidak terbalas. Yang pada akhirnya membentuk kamu menjadi masokis yang rela bertahan dalam luka hanya dengan alasan cinta.

Nggak apa-apa, yang penting aku sayang dia meski segimana pun sakitnya.”

Kamu jadi memiliki kebiasaan buruk menipu diri dan mengabaikan rasa sakit yang menghantam dua kali lipat setiap kali kalimat itu terlintas di dalam benak. Segalanya sudah kamu lakukan hanya demi mendapatkan perhatiannya, bahkan hanya untuk dianggap ada. Bertaruh pada waktu yang penuh rahasia dan melempar dadu harapan yang berisi doa tertinggi; semoga dia menjadi milikmu.

Tapi mau sampai kapan? Keadaan paling sulit adalah membahagiakan seseorang yang tak ingin dibahagiakan.


Kamu tau apa kata lain dari berusaha mencintai orang yang tidak mencintaimu? Ya… Buang-buang waktu, bodoh. Waktu adalah kado terbaik yang disediakan Tuhan, yang bisa diberikan untuk seseorang. Dengan memberikan waktumu, berarti kamu memberikan sesuatu yang tak dapat diulang kembali. Bukankah sebuah hal yang sia-sia kamu memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk orang yang nggak pernah sekalipun menghargaimu?

Sebaiknya sejak dini kamu sadari bahwa arah jarum jam tidak pernah melaju ke belakang dan berhenti berotasi untuk hari yang tak bisa diduplikasi. Tentu sudah seharusnya kamu menyayangi dirimu sendiri…, dengan segera berhenti. Berhenti dan pergi untuk menemukan seseorang yang lebih pantas kamu perjuangkan.

Dan, waktu yang tepat untuk pergi adalah… ketika yang kamu dapatkan hanya pengabaian dan ketika mencintai seseorang membuatmu menjadi orang lain, bukan dirimu sendiri.


Diam, embuskan napas, lalu berpikirlah. Kamu akan tahu kapan waktu yang tepat untuk pergi. Mantapkan langkah kaki agar kamu tidak berjalan mundur. Percayalah, kamu pantas mencintai dan dicintai orang yang lebih baik, dan semua hanya masalah waktu sampai kamu bertemu dengan orang itu.

Seseorang yang membuatmu merasa pulang ke rumah, saling melengkapi, dan membuat kamu berkata “Cukup, aku berhenti di kamu.”

Bagian tersulit dalam mencintai adalah ketika tidak dicintai.

Berhentilah menjadi naif, cintamu itu pamrih. Ya, cinta kita semua pamrih.

Dari: Falen Pratama

Sabtu, 17 Mei 2014

Jangan Cintai Aku Apa Adanya - Tulus

Tak sulit mendapatkan mu
Karena sejak lama kau pun mengincarku
Tak perlu lama-lama
Tak perlu banyak tenaga
Ini terasa mudah
Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Kau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah

Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan
ke depan
Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Kau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah

Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan
ke depan
Aku ingin lama jadi petamu
aku ingin jadi jagoan mu


Jumat, 22 November 2013

Logika Yang Terkalahkan

Mungkin karna terlalu sayang sehingga sulit untuk membedakan apakah dia benar-benar mencintaiku atau bahkan aku hanya sebagai tempat pelariannya saja?
Bertanya-tanya dalam hati dan logika pun terkalahkan oleh hati.
Masa lalumu begitu indah dengannya, mungkin kedatangan ku saat itu hanya sebagai tempat persinggahan.
Tapi bodohnya, aku tak bisa membedakannya.
Rasa sayang itu mengalir begitu saja tanpa aku sadari, membuat logika tak bermain.
Hingga saatnya kau menjadikan ku tempat persinggahan.
Seperti kesambar petir di siang bolong rasanya, aku tak percaya itu.
Iya, aku tak percaya kalau semua ini hanya sebatas persinggahan.
Lantas ini salah ku yang begitu dengan cepatnya mencintaimu? Rasanya memang begitu.
Dan aku pun terus menyalahi diriku sendiri, menyalahkan hati yang sudah mampu mengalahkan logika dengan begitu cepatnya.

Cinta Tak Mungkin Berhenti

Sulit rasanya untuk tidak mengingatnya, iya sekecil pun itu.
Lantas aku salah? Lantas aku bodoh?
Ini bukan sekedar hati atau bahkan logika, aku tidak bisa jelaskan karna kau tak perasa.
Inilah....
Cinta tak mungkin berhenti
Secepat saat aku jatuh hati
Jatuhkan hatiku kepadamu
Sehingga hidupku pun berarti
Cinta tak mudah berganti
Tak mudah berganti jadi benci
Walau kini aku harus pergi
Tuk sembuhkan hati...


Sabtu, 16 November 2013

Semua ada saatnya

Dengan berjalannya waktu, aku tahu ini cepat atau lambat akan terjadi.
Entahlah rasanya itu sulit, mungkin karena kenangan lalu itu terlalu manis, sulit untuk dilupakan.
Aku tak ingin semua berlarut terlalu lama dalam kesedihan, aku lelah dengan rasa ini.
Aku tak ingin mengingat kenangan ini sendirian, aku juga tak ingin merasakan sakit ini sendirian.
Tidak munafik aku merasa kehilangan, aku juga tidak munafik aku merindukanmu.
Melupakan takkan pernah mudah, mungkin sekarang aku tak akan merindukanmu sesering ini.
Mungkin ini saatnya untuk aku belajar tak peduli.

Senin, 04 November 2013

Kamu itu?

  • Kamu itu paling anti banget buat tidur malem, yaiyalah kalo tidur aja udah subuh
  • Kamu nih kebo banget susah buat di bangunin mau aku telfonin berkali-kali tetep aja gak bangun-bangun kan? *Ngakuuu!
  • Kamu sih sering banget telat ngucapin 'selamat pagi sayang'
  • Kamu tuh orangnya keras kepala tapi kalo aku udah marah-marah tetep ya kamu nurut apa kata aku haha :D
  • Kamu orang yang paling bisa buat aku nyaman, apalagi kalo kamu udah usek-usek kepala aku hihi :))
  • Kamu itu orang yang paling nyebelin kalo udah susah banget buat di suruh solat, hih 
  • Kamu itu suka banget genggam tangan aku kalo kita lagi jalan
  • Kamu itu suka banget buat aku melting gak karuan, emang dasar :D
  • Kamu suka marah kalo aku pesenin makan yang gak kamu suka, misalnya Burger katanya rasanya gak enak terus aku makan 2 burger akhirnya haha
  • Kamu itu sering banget elus-elus lutut aku kalo kita lagi jalan 
  • Kamu ini suka banget nyubitin perut aku, nggak ngerti maksudnya apa haha
  • Kamu itu sering banget kirimin lagi-lagu yang menurut kamu bagus tapi buat aku ngga :D
  • Kamu itu suka banget cium aku di kening sama pipi :))
  • Kamu itu paling bisa banget buat nyuri perhatian ibu bapak dengan bawain mereka makanan sehabis kita jalan haha :D
  • Dan yang satu ini kamu nih sering banget cubitin hidung aku katanya sih biar mancung, yakali sih haha :D
Setidaknya aku pernah mengisi kekosongan hatimu walau tidak sepenuhnya.

 

Sabtu, 02 November 2013

Nyatanya sekarang sudah tak sama

Dalam jarak yang sejauh ini, apakah kita saling mendoakan? Seperti dulu saat kita masih berdekatan. Pelukmu malam itu masih terasa, kau mendekap ku dengan hangat.
Aku tak lagi mengerti, saat air mata ini terjatuh hanya alunan indah dari lagu-lagu mu yang menggantikan suara hangatmu.
Diam-diam disetiap sujudku selalu ku sebut namamu. Aku tak ingin terlihat lemah, aku seakan baik-baik saja, seakan tak ada air mata, seakan aku tak terluka.
Sudah banyak yang berubah dalam waktu singkat ini. Memang, semuanya sudah tak seperti dulu. 
Karena yang kurasa sekarang, cintamu tak lagi nyata.